Blog

Branding sebagai Wajah Usaha

black-click-pen-on-spring-notebook-164645

(Sumber Gambar: https://www.pexels.com/photo/black-click-pen-on-spring-notebook-164645/)

 

Branding

Branding bukan hanya soal bagaimana produk atau jasa memiliki citra baik di mata konsumen dan akan dipilih oleh konsumen, melainkan tentang bagaimana sebuah produk atau jasa memberikan kepuasan kepada konsumen.

Branding merupakan aset perusahaan yang paling berharga dan salah satu hal penting dalam sebuah bisnis, baik dari penjualan ataupun jasa, karenanya tidak dapat dibangun dalam jangka waktu yang singkat (Cholis, 2018:2).

Strategi branding disusun untuk mengenalkan identitas brand dengan konsumen. Target market akan diperkenalkan dengan brand, yang tidak hanya sekadar soal nama dan mereknya saja, tetapi tentang bagaimana pengalaman yang dirasakan oleh konsumen ketika mengkonsumsi atau menggunakan produk tersebut (Cholis, 2018:8).

Brand Identity

  • Name

Nama merek adalah salah satu aset terpenting dan salah satu yang paling berharga. Memberi nama merek telah menjadi bisnis besar sehingga beberapa agensi tidak melakukan apa-apa selain menyebutkan nama merek (Alessandri dalam Drewniany, 2008:38).

Nama yang bagus melahirkan kesuksesan, tetapi bahkan nama terbaik pun tidak dapat melindungi perusahaan dari kinerja yang buruk. Nama hanyalah salah satu bagian dari identitas merek (Alessandri dalam Drewniany, 2008:38).

  • Logo

Logo adalah simbol visual yang digunakan merek atau perusahaan untuk mengidentifikasi dirinya kepada konsumen. Logo mungkin hanya elemen grafis, atau bisa berupa kata (logotype). (Alessandri dalam Drewniany, 2008:38).

  • Tagline

Tagline adalah frasa singkat yang biasanya digunakan dengan nama atau logo merek. Mungkin juga disebut slogan merek atau bahkan moto (Alessandri dalam Drewniany, 2008:39).

Lebih dari elemen identitas lainnya, tagline akan berubah seiring waktu. Ini akan berubah pada beberapa kesempatan: ketika ada kampanye kreatif baru dikembangkan, ketika biro iklan baru disewa, atau tepat ketika tag line telah melampaui kegunaannya. Namun, beberapa tag line tetap ada dan bahkan menjadi bagian dari bahasa sehari-hari (Alessandri dalam Drewniany, 2008:39).

  • Color Palette (Brand Color)

Warna adalah elemen identitas yang dapat dipasarkan (Alessandri dalam Drewniany, 2008:41).

  • Architecture and Interior Design

Mungkin salah satu penggunaan desain interior yang paling umum untuk mencerminkan identitas adalah dalam industri komunikasi. Agen periklanan sering menghiasi kantor mereka untuk mencerminkan apa yang mereka lakukan. Karena periklanan adalah bidang kreatif, bukan hal yang aneh untuk masuk ke agensi dan melihat dekorasi tema (Alessandri dalam Drewniany, 2008:41).

  • Sounds

Saat ini ada beberapa merek yeng menggunakan sound trademark yang mampu membuat mengenali suara tertentu sebagai bagian dari identitas dari perusahaan atau merk, dan mudah diingat (Alessandri dalam Drewniany, 2008:42).

Brand Communication

Sadat memberikan definisi tentang brand communication. Komunikasi Merek adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan keunikan yang dimiliki sebuah merek ke pasar menggunakan berbagai strategi. Tujuannya sederhana, agar pelangan memutuskan untuk mengkonsumsi, puas, kemudian loyal terhadap merek (Sadat, 2009:113)

Schultz dan Barnes menambahkan aspek brand communication dalam brand expression sebagai suatu cara atau bentuk komunikasi brand melalui proses visualisasi sehingga mudah dipahami dan diingat pelanggan secara cepat. Langkah ini bertujuan menciptakan memori kuat di benak pelanggan terhadap karakter brand.

Brand Communication diletakkan dalam kajian ini sebagai faktor yang membuat eksekusi dari brand expression menjadi lengkap dan bisa berjalan dengan baik. Brand expression yang sudah disusun maka harus disertai dengan suatu pengkomunikasian merek.

Pada bagian ini, teori model Hierarki Efek (Hierarchy of Effects Model) menjelaskan tahapan-tahapan pemasar dalam merencanakan target komunikasi secara lebih baik yaitu:

  • Awareness: tugas komunikator adalah membangun kesadaran pelanggan akan keberadaan brand tersebut melalui berbagai media.
  • Knowledge: pemasar dapat menentukan tujuan dengan fokus pada pengetahuan mengenai brand kepada target pelanggan
  • Liking: jika ternyata tidak menyukai brand, mengapa mereka tidak menyukainya?. Pemasar harus menemukan jawabannya sebelum menentukan strategi komunikasi selanjutnya yang dapat mendorong kesukaan terhadap brand.
  • Preference: jika faktanya brand tidak lebih unggul dibanding pesaing, maka komunikasi brand dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki mungkin menjadi cara tepat meraih preferensi pelanggan.
  • Conviction: pada tahap ini brand lebih dari sekedar disukai, tetapi pelanggan belum memiliki cukup keyakinan untuk mengonsumsinya. Maka komunikator bertugas meyakinkan mereka bahwa mengonsumsi brand yang ditawarkan merupakan tindakan yang tepat.
  • Purchase: komunikasi harus terus dilanjutkan untuk mendorong pelanggan melakukan langkah akhir dengan menerapkan strategi komunikasi yang sesuai agar keputusan membeli brand benar-benar terjadi.

Research & Development

Brand Research merupakan kegiatan menciptakan, mengembangkan, dan proses berkelanjutan penguatan sebuah merk. Dalam melakukan brand research & development ada hal yang harus diperhatikan yaitu analisis dalam memahami ruang lingkup dan mengembangkan strategi peluncuran.

Untuk membuat bisnis menjadi lebih maju, penelitian merek dapat digunakan secara berkala, atau terus-menerus, untuk melacak konsumen, persepsi, dan pengalaman. Untuk bisnis yang lebih mapan, penelitian merek dapat digunakan secara berkala, atau terus-menerus, untuk melacak konsumen, persepsi, dan pengalaman.

Dalam melakukan research & development terdapat beberapa tahapan. Berikut adalah metode dalam Brand Research & Development:

  1. Survei
  2. Seminar atau Komunitas
  3. Karyawan
  4. Intelegensi Sosial

Tujuan dalam brand research & development adalah sebagai berikut:

  1. Competitive Analysis
  2. Brand Awareness
  3. Brand Perception
  4. Brand Associations
  5. Sentiment & Satifaction
  6. Shopping Experience

Traditional Branding Strategy

Analisis SWOT

Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari empat sisi yang berbeda, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian mencari tahu bagaimana mengatasi kelemahan (weakness) yang menghambat keuntungan, dan selanjutnya bagaimana kekuatan (stengths) mampu mengahadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weakness) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan ancaman baru (Cholil, 2018:51).

  • Strengths (Kekuatan)
  • Weakness (Kelemahan)
  • Opportunities (Kesempatan)
  • Threats (Ancaman)
Strategic Analysis
Internal External
Strengths Weaknesses Opportunities Threats

AIDA

Model AIDA merupakan model hierarki respons yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian (attention), mendapatkan dan mendorongkan minat (interest), membangkitkan keinginan (Desire), dan menghasilkan tindakan (action) (Cholil, 2018:80-81).

  1. Attention (Perhatian)
  2. Interest (Minat)
  3. Desire (Keinginan)
  4. Action (Tindakan

Corporate Social Responbility (CSR)

CSR atau Corporate Social Responbility merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh perusahaan, khususnya di Indonesia. Pemerintah mewajibkan perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosialnya. Berikut adalah manfaat CSR bagi perusahaan (Cholil, 2018:93-95):

  • Meningkatkan citra perusahaan
  • Memperkuat brand perusahaan

Mengembangkan kerja sama dengan pemangku kepentingan

  • Membedakan perusahaan dengan pesaingnya
  • Menghasilkan inovasi dan pembelajaran untuk meningkatkan perusahaan
  • Membuka akses investasi dan pembiayaan bagi perusahaan
  • Meningkatkan harga saham

Telemarketing

Telemarketing  merupakan cara yang sering digunakan dalam melakukan branding atau penjualan, proses telemarketing melalui telepon untuk menjaga komunikasi secara langsung dengan konsumen (Cholil, 2018:99)

Event atau Sponsorship

Event merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menunjang keberhasilan perkenalan produk, promosi, dan lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Tujuan event sangat efektif untuk peluncuran produk baru ataupun me-recall konsumen terhadap produk oleh perusahaan non direct selling, dan efektif dalam menjalin kerja sama dengan mitra kerja (Cholil, 2018:81).

Kegiatan sponsorship mencakup investasi dalam produk yang akan dipasarkan di dalam event atau causes yang bertujuan mencapai berbagai tujuan perusahaan, terutama meningkatkan kesadara merek, memperkuat citra merek, dan memperbesar volume penjualan (Cholil, 2018:138).

Berikut ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap sponsorship menurut Cholil (2018:138):

  1.  Menghubungkan nama merek dengan event atau causes khusus, perusahaan dapat menghindari kekusutan yang melekat dalam media periklanan.xs
  2.  Sponsorship  membantu perusahaan-perusahaan merespons kebiasaan media konsumen yang terus berubah.
  3.  Sponsorship membantu perusahaan-perusahaan memperoleh pengesahan dari berbagai pihak, termasuk pemegang saham, pegawai, dan masyarakat.
  4.  Sponsorship atas event dan causes khusus memungkinkan para pemasar untuk menargetkan upaya komunikasi dan promosinya ke daerah geografis tertentu dan atau kepada kelompok gaya hidup tertentu.

Modern Branding Strategy

STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning)

  • Segmentation

Segmentasi dari market brand adalah kelompok orang atau kelompok organisasi yang memiliki kesanaab karakteristik sehingga mereka juga memiliki kebutuhan produk dan jasa yang sama (Cholil, 2018:224)

Segmentasi pasar merupakan suatu proses pengelompokkan-pengelompokkan pasar ke dalan kelompok pembeli yang potensial dengan kebutuhan yang sama, dan atau karakteristik yang disukai serta memperlihatkan hubungan pembeli yang sama pula (Saladi, 2003:83)

Segmentasi pasar membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah (Kotler, 2006:281).

  • Targeting

Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif. Tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam mengevaluasi dan menentukan segmen yang akan ditarget (Kotler dalan Cholil, 2018:226) yaitu:

  1.  Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan.
  2.  Strategi targeting harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan.
  3.  Segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi daya tarik target segmen.
  • Positioning

Positioning merupakan unsur ketiga dari strategi STP di mana pemasar mencoba memutuskan posisi produk di pasar yang hendak disasar (Cholil, 2018:226). Positioning terdiri dari tiga langkah, yaitu:

  1. Memilih konsep positioning dalam rangka memosisikan produk/organisasi, pemasar harus dapat menentukan apa yang penting atau yang utama bagi pasar sasaran.
  2. Merancang dimensi atau fitur yang paling efektif dalam mengomunikasikan posisi. Suatu posisi dapat dikomunikasikan dengan nama merek, slogan, penampilan atau fitur produk, tempat penjualan produk, penampilan karyawan, dan cara-cara lainnya.
  3. Mengkoordinasikan komponen bauran pemasaran untuk menyampaikan pesan yang konsisten.
  • Search Engine Optimization (SEO)

Berikut beberapa alasan SEO sangat bermanfaat bagi strategi branding (Cholil, 2018:230-231), yaitu:

  • Membuktikan keahlian bidang dalam satu atau dua bidang industri, karena ini bisa menjadi Unique Selling Point (USP) untuk merek.
  • Memudahkan untuk memperluas dan menyelidiki bagian lebih dalam dan lebih kompetitif di industri yang dipilih.
  • Mesin pencari atau Search Engine akan mendukung branding yang dikenal dalam bidang masing-masing.

Social Media

Word of Mouth (WOM)

Word of Mouth yang tercipta di masyarakat, akan membuat orang tahu dan mengenal bisnis, dari rekomendasi masyarakat juga pelanggan akan menjadi tertarik dengan produk dalam bisnis yang dijalankan (Aldily, 2017:75).

Berikut adalah beberapa strategi untuk memaksimalkan teknik Word of Mouth untuk bisnis (Cholil, 2018:187-189):

  1. Mengidentifikasi dan menargetkan influencer brand
  2. Menggunakan emosi sebagai medianya
  3. Terus melibatkan masyarakat dan pelanggan (CRM atau Customer Relations Management)
  4. Berikan pelanggan sesuatu yang sedang ramai dibicarakan dengan mengubungkan produk atau jasa
  5. Berikan kemudahan bagi mereka untuk memberikan ulasan

Employee Branding

Employee Branding adalah proses mempromosikan sebuah perusahaan atau organisasi sebagai perusahaan pilihan untuk kelompok sasaran yang diinginkan, yakni mereka yang dibutuhkan, ingin direkrut, dan dipertahankan sebagai karyawan perusahaan (Cholil, 2018:211)

Tujuan employee branding adalah untuk mendorong karyawan untuk mengidentifikasikan dirinya dengan merek, atau koneksi psikologis antara karyawan (Cholil, 2018:211).

Media Mapping Public Relation for Branding

Public Relation dan Media bagaikan buku dan pena. Buku menggambarkan sosok media, sebagai fasilitator terhadap yang ditulis oleh pena sehingga tulisan tersebut bisa terlihat jelas dan dapat terdokumentasi dengan baik (Cholil, 2018:234).

Sumber:

  • Cholil, Akmal Musyadat. 2018. 101 Branding Ideas: Strategi Jitu Memenangkan Hati Konsumen. Quadrant: Yogyakarta.
  • Drewniany, Bonnie L., dan A. Jerome Jewler. 2008. Creative Strategy in Advertising, Ninth Edition. Thomson Wadsworth: Boston.

Copywriting – Teknik Menulis Kreatif

close-up-photo-of-gray-typewriter-952594

(Sumber Gambar: https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-gray-typewriter-952594/)

 

Copywriting 

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Pramoedya Ananta Toer 

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang– Seno Gumira Ajidarma 

Pengertian

  • Copywriting 

Copywriting adalah kemampuan creative advertising dalam mengolah kata dan menciptakan naskah periklanan dengan menggabungkan kerja intelektual dan seni untuk memenuhi pesan penjualan (Widya, 2017:3). 

Copywriting merupakan tulisan dengan aneka gaya dan pendekatan yang dihasilkan melalui strategi, perencanaan, dan kerjasama antara klien, account executive, dan tim kreatif dalam advertising agency (Widya, 2017:3). 

Menurut Frank Jefkins dalam Widya (2017:3-4), copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif yang dilatar belakangi kewiraniagaan yang kuat. Tulisan itu harus mampu menarik perhatian (attention), menimbulkan ketertarikan (interest), keinginan (desire), menciptakan keyakinan (conviction), dan tindakan (action). 

Tujuan copywriting adalah membentuk perilaku membeli dan memenuhi target penjualan (Widya, 2017:3). 

  • Copywriter 

Orang yang membuat tulisan yang bertujuan untuk menarik perhatian dan menjual produk atau jasa melalui promosi atau penawaran yang dirancang sedemikian rupa. 

Copywriter adalah seseorang yang merancang dan membuat sebuah copy atau tulisan yang berisi iklan atau penawaran produk tertentu. Seorang copywriter bertugas merencanakan, membuat, mengevaluasi naskah atau tulisan untuk digunakan dalam iklan (Widya, 2017:26). 

  • Copy 

Tulisan yang dihasilkan oleh copywriter. 

Jenis-Jenis Copywriting 

  • Story Copy 

Jenis copy yang menceritakan lebih banyak tentang produk yang akan ditawarkan (Widya, 2017:9) 

  • You and Me Copy 

Jenis copy yang mengharuskan anda menuliskan iklan promosi seakan-akan anda hanya bicara dengan satu orang saja. Sehingga orang yang dimaksud merasa lebih spesial dan dipahami karena bahasa yang digunakan lebih intim dan lebih intens (Widya, 2017:10). 

  • Fortright Copy 

Jenis copy mengharuskan menulis kekurangan dan kelebihan dari produk yang akan dipasarkan. Tujuan dari menuliskan kekurangan dan kelebihan adalah untuk memperkuat isi dari pesan, membuat target konsumen yang membaca tulisan akan berpikir secara realistis, dan menyatakan diri bahwa tulisan yang dibuat adalah jujur dan apa adanya (Widya, 2017:11). 

  • Hyperbolic Copy 

Jenis copy yang cukup beresiko karena copy yang dibuat harus dilebih-lebihkan atau hiperbolis, dan merasa yang paling terbaik dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis di pasaran (Widya, 2017:12). 

  • Teaser Copy 

Jenis copy yang membuat penasaran pembaca dan target pasarnya, menggunakan headline yang menggelitik, terkadang seperti menyepelekan, menantang, atau meragukan pembaca dan target pasar. Hal tersebut bertujuan agar pembaca (target pasar) berpikir, penasaran, dan tertarik dengan produk yang ditawarkan (Widya, 2017:12). 

  • News Copy Page 

Jenis copy yang disajikan dalam bentuk pengumuman atau berita dalam menginformasikan produk. Konten didominasi oleh informasi dan data lengkap yang berkaitan dengan produk. To the point, tidak dilebih-lebihkan, lugas, dan tegas (Widya, 2017:13). 

  • Competitive Copy 

Jenis copy yang dipenuhi dengan perbandingan-perbandingan. Bisa membandingkan fitur, kualitas, dan manfaat dari produk yang ditawarkan (Widya, 2017:13). 

  • Factual Copy 

Jenis copy yang menggunakan data, informasi, dan fakta sesuai lapangan dan kenyataan yang ada. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca (target pasar) (Widya, 2017:14). 

  • Humourous Copy 

Jenis copy yang disajikan dengan kalimat menghibur dan didominasi oleh konten lucu tanpa mengurangi inti dari tulisan dengan tujuan membuat pembaca (target pasar) merasa nyaman (Widya, 2017:14). 

  • Visual Copy atau Card Copy 

Jenis copy yang lebih banyak disertai tampilan visual dan porsi kata-kata yang lebih sedikit. Contohnya kartu ucapan hari raya (Widya, 2017:15). 

  • Straightforward Copy 

Jenis copy yang menceritakan diri sendiri secara sederhana, logis, dan apa adanya. Copy ini menggunakan fakta yang mudah dipahami sehingga memunculkan citra polos dan apa adanya (Widya, 2017:15). 

  • Imagination Copy 

Jenis copy yang mirip dengan story copy, akan tetapi imagination copy lebih memainkan imajinasi (bersifat khayal). Jenis copy ini biasanya ditujukan untuk anak-anak atau orang tua yang ingin membelikan sesuatu untuk anaknya (Widya, 2017:16). 

  • Poetic Copy 

Jenis copy yang menggunakan gaya puisi. Menggunakan kalimat yang indah dan dirangkai secara baik. Selain menggunakan puisi, copy ini juga bisa menggunakan pantun, syair, atau bahkan prosa singkat (Widya, 2017:17).

Prinsip Copywriting

  • Reciprocity (Timbal Balik) 

Dalam penjualan atau penawaran, biasanya memberikan hal-hal baik kepada target pasar secara bertahap, dengan harapan target pasar juga memberikan balasan atau hubungan timbal balik (Widya, 2017:18). 

  • Commitment and Consistency (Komitmen dan Konsisten) 

Komitmen dan konsistensi adalah hal mutlak yang harus ditaati dalam kegiatan jual beli, setelah siap berkomitmen maka harus mempertahankan semangat terhadap komitmen dan konsistensi (Widya, 2017:19). 

  • Social Proof (Bukti Sosial) 

Tunjukkan pada target pasar bahwa produk yang ditawarkan sudah terbukti baik dan membantu permasalahan yang dialami oleh orang-orang yang sudah menggunakan terlebih dahulu (Widya, 2017:19). 

  • Liking (Rasa Suka) 

Menimbulkan rasa suka dan nyaman pada target pasar adalah suatu prinsip, cara yang digunakan adalah tidak memaksa dan tidak menimbulkan kesan tidak peduli (Widya, 2017:20). 

  • Authority (Otoritas) 

Untuk mengukur otoritas, gunakan bukti nyata atau hasil riset tertentu. Ajak dan minta tolonglah pada orang-orang yang lebih berkompeten sebagai kawan (Widya, 2017:20). 

  • Scarcity (Kelangkaan) 

Semakin produk terlihat langka dan sulit didapat, target pasar akan semakin tertarik untuk memilikinya (Widya, 2017:20). 

Sumber: 

  • Ariyadi, Widya. 2017. 101 Amazing Copywriting Ideas. Penerbit Quadrant: Yogyakarta. 

Content Creation by Dimas Djay (a Summarize)

Content creation-01.jpg

Proses belajar sambil mengerjakan suatu project merupakan suatu pengalaman yang dapat membantu kreator dalam menemukan ide original dan eksekusi karya secara maksimal dengan tujuan karya tersebut mampu atau efektif dalam menyampaikan sebuah pesan (viral akan mengikuti seiring berjalannya waktu).

Today Challenge 

  1. Short Attention Spans

Atensi atau perhatian yang pendek menjadi tantangan untuk para kreator bahwa dengan perhatian yang singkat, kreator harus mampu memberikan visual atau verbal yang singkat praktis dan jelas di perhatian awal audiens.

  1. 140 Character Twitter

Sekarang generasi tertuju dengan media twitter yang memberikan fasilitas dengan keterbatasan kata untuk menyampaikan pesan secara global. Hal tersebut dapat dijadikan tantangan bahwa bagaimana cara kita mengemas 140 karakter tersebut dalam media audio visual atau visual secara efektif.

Communication

            Komunikasi berperan penting dalam sebuah konten, komunikasi tidak hanya berlaku antara iklan dan audiens, akan tetapi komunikasi juga berlaku untuk hubungan antara client atau user dengan agency atau creator konten tersebut, sehingga ketika kesepahaman terjadi maka akan membentuk sinergi yang kuat dalam pesan yang dikemas di dalam sebuah konten. 

  1. SIMPLE/ SINGLE MESSAGE (Simpel dan Jelas)

Komunikasi yang disampaikan harus simpel, hindari turunan pesan karena pesan lainnya akan mengikuti seiring berjalannya waktu. To the point, contohnya: Saya ingin menjual ember ini dengan harga murah, simpel jelas dan to the point, turunan pesan akan mengikuti.

  1. SHARP (Tajam)

Pesan harus dikemas secara tajam, penyusunan kalimat yang baik akan mampu memberikan presepsi yang baik oleh audiens sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara komunikator dan komunikan (audiens)

  1. BOLD (Tegas)

Pesan yang tegas akan membentuk pemahaman yang jelas, tidak berbelit-belit dan to the point sehingga khalayak atau target sasar akan memahami dengan mudah tentang apa yang disampaikan.

  1. BRAVE (Berani)

Simple, sharp, dan bold akan menjadi hal yang sia-sia, apabila komunikator tidak berani dalam eksekusi atau menyampaikan pesan tersebut.

Unpredictable Communication (Lead Your Target)

            Kemungkinan hal terjadi di luar prediksi dalam komunikasi adalah suatu hal yang lumrah atau umum. Maka untuk mencegah kejadian yang terjadi di luar prediksi maka hal terbaik yang dilakukan adalan mengidentifikasi target audiens. Penerimaan pesan dari setiap target memiliki perbedaan, contohnya: apabila target adalah ibu-ibu maka kita sebagai content creator harus memahami bagaimana cara ibu-ibu berinteraksi dan bersenda gurau.

            Humor atau hal yang lucu merupakan hal yang sangat subyektif, maka dengan mengetahui target dan menuntun target ke pesan atau humor tersebut dengan memahami kesesuaian pesan atau humor dengan siapa target tersebut maka pesan yang efektif dapat terjadi.

Communication Emotions (Fun to Watch)

            Emosi audiens menjadi perhatian para kreator, pemikiran untuk mendapatkan jawaban tentang bagaimana cara membuat menangis, ketawa, senang, bahagia, terharu merupakan tantangan untuk kreator, jika penonton atau audiens terbawa emosi maka pesan yang disampaikan mampu diingat baik oleh audiens atau penonton.

Original

            Terlalu banyak orang-orang yang terpaku oleh referensi dan benchmark dalam pembuatan karya. Terlalu banyak referensi akan menghambat proses kreatif dan eksekusi, maka hal terbaik yang perlu dilakukan adalah fokus dengan apa yang ingin dibuat dan berani mengambil resiko demi sebuah originalitas karya.

 

SUMBER

https://www.youtube.com/watch?v=KMhmRAawoXM