Copywriting – Teknik Menulis Kreatif

close-up-photo-of-gray-typewriter-952594

(Sumber Gambar: https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-gray-typewriter-952594/)

 

Copywriting 

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Pramoedya Ananta Toer 

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang– Seno Gumira Ajidarma 

Pengertian

  • Copywriting 

Copywriting adalah kemampuan creative advertising dalam mengolah kata dan menciptakan naskah periklanan dengan menggabungkan kerja intelektual dan seni untuk memenuhi pesan penjualan (Widya, 2017:3). 

Copywriting merupakan tulisan dengan aneka gaya dan pendekatan yang dihasilkan melalui strategi, perencanaan, dan kerjasama antara klien, account executive, dan tim kreatif dalam advertising agency (Widya, 2017:3). 

Menurut Frank Jefkins dalam Widya (2017:3-4), copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif yang dilatar belakangi kewiraniagaan yang kuat. Tulisan itu harus mampu menarik perhatian (attention), menimbulkan ketertarikan (interest), keinginan (desire), menciptakan keyakinan (conviction), dan tindakan (action). 

Tujuan copywriting adalah membentuk perilaku membeli dan memenuhi target penjualan (Widya, 2017:3). 

  • Copywriter 

Orang yang membuat tulisan yang bertujuan untuk menarik perhatian dan menjual produk atau jasa melalui promosi atau penawaran yang dirancang sedemikian rupa. 

Copywriter adalah seseorang yang merancang dan membuat sebuah copy atau tulisan yang berisi iklan atau penawaran produk tertentu. Seorang copywriter bertugas merencanakan, membuat, mengevaluasi naskah atau tulisan untuk digunakan dalam iklan (Widya, 2017:26). 

  • Copy 

Tulisan yang dihasilkan oleh copywriter. 

Jenis-Jenis Copywriting 

  • Story Copy 

Jenis copy yang menceritakan lebih banyak tentang produk yang akan ditawarkan (Widya, 2017:9) 

  • You and Me Copy 

Jenis copy yang mengharuskan anda menuliskan iklan promosi seakan-akan anda hanya bicara dengan satu orang saja. Sehingga orang yang dimaksud merasa lebih spesial dan dipahami karena bahasa yang digunakan lebih intim dan lebih intens (Widya, 2017:10). 

  • Fortright Copy 

Jenis copy mengharuskan menulis kekurangan dan kelebihan dari produk yang akan dipasarkan. Tujuan dari menuliskan kekurangan dan kelebihan adalah untuk memperkuat isi dari pesan, membuat target konsumen yang membaca tulisan akan berpikir secara realistis, dan menyatakan diri bahwa tulisan yang dibuat adalah jujur dan apa adanya (Widya, 2017:11). 

  • Hyperbolic Copy 

Jenis copy yang cukup beresiko karena copy yang dibuat harus dilebih-lebihkan atau hiperbolis, dan merasa yang paling terbaik dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis di pasaran (Widya, 2017:12). 

  • Teaser Copy 

Jenis copy yang membuat penasaran pembaca dan target pasarnya, menggunakan headline yang menggelitik, terkadang seperti menyepelekan, menantang, atau meragukan pembaca dan target pasar. Hal tersebut bertujuan agar pembaca (target pasar) berpikir, penasaran, dan tertarik dengan produk yang ditawarkan (Widya, 2017:12). 

  • News Copy Page 

Jenis copy yang disajikan dalam bentuk pengumuman atau berita dalam menginformasikan produk. Konten didominasi oleh informasi dan data lengkap yang berkaitan dengan produk. To the point, tidak dilebih-lebihkan, lugas, dan tegas (Widya, 2017:13). 

  • Competitive Copy 

Jenis copy yang dipenuhi dengan perbandingan-perbandingan. Bisa membandingkan fitur, kualitas, dan manfaat dari produk yang ditawarkan (Widya, 2017:13). 

  • Factual Copy 

Jenis copy yang menggunakan data, informasi, dan fakta sesuai lapangan dan kenyataan yang ada. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca (target pasar) (Widya, 2017:14). 

  • Humourous Copy 

Jenis copy yang disajikan dengan kalimat menghibur dan didominasi oleh konten lucu tanpa mengurangi inti dari tulisan dengan tujuan membuat pembaca (target pasar) merasa nyaman (Widya, 2017:14). 

  • Visual Copy atau Card Copy 

Jenis copy yang lebih banyak disertai tampilan visual dan porsi kata-kata yang lebih sedikit. Contohnya kartu ucapan hari raya (Widya, 2017:15). 

  • Straightforward Copy 

Jenis copy yang menceritakan diri sendiri secara sederhana, logis, dan apa adanya. Copy ini menggunakan fakta yang mudah dipahami sehingga memunculkan citra polos dan apa adanya (Widya, 2017:15). 

  • Imagination Copy 

Jenis copy yang mirip dengan story copy, akan tetapi imagination copy lebih memainkan imajinasi (bersifat khayal). Jenis copy ini biasanya ditujukan untuk anak-anak atau orang tua yang ingin membelikan sesuatu untuk anaknya (Widya, 2017:16). 

  • Poetic Copy 

Jenis copy yang menggunakan gaya puisi. Menggunakan kalimat yang indah dan dirangkai secara baik. Selain menggunakan puisi, copy ini juga bisa menggunakan pantun, syair, atau bahkan prosa singkat (Widya, 2017:17).

Prinsip Copywriting

  • Reciprocity (Timbal Balik) 

Dalam penjualan atau penawaran, biasanya memberikan hal-hal baik kepada target pasar secara bertahap, dengan harapan target pasar juga memberikan balasan atau hubungan timbal balik (Widya, 2017:18). 

  • Commitment and Consistency (Komitmen dan Konsisten) 

Komitmen dan konsistensi adalah hal mutlak yang harus ditaati dalam kegiatan jual beli, setelah siap berkomitmen maka harus mempertahankan semangat terhadap komitmen dan konsistensi (Widya, 2017:19). 

  • Social Proof (Bukti Sosial) 

Tunjukkan pada target pasar bahwa produk yang ditawarkan sudah terbukti baik dan membantu permasalahan yang dialami oleh orang-orang yang sudah menggunakan terlebih dahulu (Widya, 2017:19). 

  • Liking (Rasa Suka) 

Menimbulkan rasa suka dan nyaman pada target pasar adalah suatu prinsip, cara yang digunakan adalah tidak memaksa dan tidak menimbulkan kesan tidak peduli (Widya, 2017:20). 

  • Authority (Otoritas) 

Untuk mengukur otoritas, gunakan bukti nyata atau hasil riset tertentu. Ajak dan minta tolonglah pada orang-orang yang lebih berkompeten sebagai kawan (Widya, 2017:20). 

  • Scarcity (Kelangkaan) 

Semakin produk terlihat langka dan sulit didapat, target pasar akan semakin tertarik untuk memilikinya (Widya, 2017:20). 

Sumber: 

  • Ariyadi, Widya. 2017. 101 Amazing Copywriting Ideas. Penerbit Quadrant: Yogyakarta. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s