DKV: Biarkan Visual Berbicara

astapanda

Sumber gambar : Irfan Thariq/ Astapanda (https://www.instagram.com/astapanda/)

­Pada dasarnya ilmu desain komunikasi visual berkembang dari media desain grafis, namun perkembangan teknologi berperan penting dalam membantu perkembangan media. Dari desain grafis yang awalnya hanya media cetak hingga menjadi media audio visual digital.

Berdasarkan pohon ilmu desain komunikasi visual pada buku berjudul Pengantar Desain Komunikasi Visual, akar utama ilmu DKV adalah ilmu seni dan ilmu komunikasi. Sementara itu, akar ilmu pendukungnya adalah ilmu sosial dan budaya, ilmu ekonomi, dan ilmu psikologi (Kusrianto, 2009:12). Menurut Prof. Widagdo, desain komunikasi visual dalam pengertian modern adalah desain yang dihasilkan dari rasionalitas. Dilandasi pengetahuan, bersifat rasional, dan pragmatis. Jagat desain komunikasi visual senantiasa dinamis, penuh gerak, dan perubahan. Hal itu karena peradaban dan ilmu pengetahuan modern memungkinkan lahirnya industrialisasi (Widagdo dalam Tinarbuko, 2015:4). Sedangkan menurut T. Sutanto, desain komunikasi visual senantiasa berhubungan dengan penampilan rupa yang dapat diserap orang banyak dengan pikiran maupun perasaannya. Rupa yang mengandung pengertian makna, karakter serta suasana, yang mampu dipahami (diraba dan dirasakan) oleh khalayak umum atau terbatas (Sutanto dalam Tinarbuko, 2015:4). Sumbo Tinarbuko menambahkan bahwa desain komunikasi visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan daya kreatif, yang diaplikasikan dalam berbagai media komunikasi visual dengan mengolah elemen desain grafis yang terdiri dari gambar (ilustrasi), huruf, warna, komposisi dan layout. Semuanya itu dilakukan guna menyampaikan pesan secara visual, audio, dan audio visual kepada target sasaran yang dituju (Tinarbuko, 2015:5).

Dari tiga pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa desain komunikasi visual adalah cara berpikir rasional untuk mencari solusi dari suatu permasalahan kemudian dituangkan ke dalam media visual atau audio visual yang sesuai dengan khalayak sasaran sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat. Berikut akan penulis jelaskan tentang cabang ilmu dari desain komunikasi visual yaitu: desain grafis, desain multimedia, dan advertising.

Desain Grafis

Graphic berasal dari Bahasa Yunani Graphein yang berarti menulis atau menggambar. Desain grafis sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki beragam macam pesan tersendiri. Contoh karya desain grafis yang sering dijumpai adalah logo, infografis, komik, konten majalah, poster kampanye, dsb. Huruf dan angka juga termasuk desain grafis atau biasa disebut dengan tipografi.

Dalam artikel di website AIGA (American Institute of Graphic Arts) yang ditulis oleh Juliette Cezzar pada tanggal 5 Oktober 2017, menyatakan:

Graphic design, also known as communication design, is the art and practice of planning and projecting ideas and experiences with visual and textual content. The form it takes can be physical or virtual and can include images, words, or graphics. The experience can take place in an instant or over a long period of time. The work can happen at any scale, from the design of a single postage stamp to a national postal signage system. It can be intended for a small number of people, such as a one-off or limited-edition book or exhibition design, or can be seen by millions, as with the interlinked digital and physical content of an international news organization. It can also be for any purpose, whether commercial, educational, cultural, or political.

Desain grafis, yang juga dikenal sebagai desain komunikasi adalah seni dan praktek perencanaan memproyeksikan gagasan dan pengalaman dengan konten visual dan tekstual. Bentuk yang digunakan bisa fisikal atau virtual dan termasuk gambar, kata, atau grafis. Pengalaman dapat berlangsung secara sekejap atau memakan periode waktu yang lama. Pekerjaan dapat terjadi dalam skala apapun, mulai dari perancangan cap perangko tunggal hingga sistem tanda pos nasional. Hal ini dapat ditunjukkan untuk orang dengan jumlah sedikit, seperti satu buku edisi terbatas atau desain pameran, atau ditunjukkan kepada jutaan orang, seperti konten digital atau fisik dari organisasi berita internasional. Desain grafis dapat bertujuan apapun, sepeti komersil, pendidikan, budaya, dan politik.

Sedangkan menurut Jessica Helfand (2005:18) dalam buku How to be a Graphic Designer, Without Losing Your Soul mengatakan:

Graphic design is a visual language uniting harmony and balance, color and light, scale and tension, form and content. But it is also an idiomatic language, a language of cues and puns and symbols and allusions, of cultural references and perceptual inferences that challenge both the intellect and the eye.

Desain grafis adalah bahasa visual yang menyatukan harmoni dan keseimbangan, warna dan cahaya, skala dan ketegangan, bentuk dan isi. Desain grafis juga merupakan bahasa idiomatik, bahasa isyarat dan permainan kata, simbol dan kiasan, referensi budaya dan kesimpulan presepsi yang menantak intelektual dan penglihatan.

Unsur-unsur desain grafis:

  • Titik
  • Garis
  • Bentuk
  • Ruang
  • Warna
  • Tekstur

Prinsip-prinsip desain grafis:

  • Keseimbangan (Balance)
  • Ritme (Rhythm)
  • Tekanan (Emphasis)
  • Proporsi (Proportion)
  • Kesatuan (Unity)

Contoh media yang dirancang dalam bidang ilmu desain grafis:

  • Logo
  • Tipografi
  • Layout Buku, Majalah, Koran, Tabloid, Dll.
  • Company Profile Design: Kop Surat, Kartu Nama, Brochure, Label CD, Dll.
  • Poster Acara, Kampanye, Infografis
  • Komik

Multimedia

Multimedia berasal dari kata multi dan media. Multi berasal dari bahasa Latin, yaitu nouns yang berarti banyak atau bermacam-macam. Sedangkan media berasal dari bahasa Latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yg digunakan untuk menyampaikan. Kehadiran multimedia tidak lepas dari perkembangan teknologi dimana hadirnya media komputer digital.

Menurut Winn L. Rosch, multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vector atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan kepada public. Multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik. (Rosch dalam Munir, 2015:2)

Elemen atau komponen dalam multimedia:

  • Teks
  • Gambar
  • Video
  • Audio
  • Interaksi

Multimedia dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

  1. Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif dirancang sebagai media yang menyampaikan informasi dengan menghadirkan unsur interaksi di dalamnya atau komunikasi dua arah. Berikut adalah contoh karya yang termasuk dalam multimedia interaktif:

  • Website Interaktif (Termasuk didalamnya; video, audio, teks, gambar, dsb.)
  • Animasi Interaktif
  • Game
  1. Multimedia Non-Interaktif

Multimedia non-interaktif dirancang sebagai media yang menyampaikan informasi tanpa menghadirkan unsur interaksi didalamnya atau komunikasi satu arah. Berikut adalah contoh karya yang termasuk dalam multimedia non-interaktif:

  • Animasi
  • Film
  • Video (Audio Visual)

Periklanan (Advertising)

Periklanan merupakan media yang bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi target audiens atau target pasar. Periklanan memiliki hubungan dengan pemasaran, dimana media yang dirancang adalah untuk mendapatkan tindakan atau respon dari audiens terhadap produk, ide atau layanan yang disampaikan. Periklanan merupakan salah satu jasa yang disediakan oleh kegiatan usaha yang biasa disebut Agency, dimana agency memberikan layanan perancangan konsep, perancangan, produksi media (media cetak atau media digital) dan penempatan iklan.

Menurut Philip Kotler, periklanan didefinisikan sebagai segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. (Kotler, 2005:277)

Sedangkan menurut Kusrianto, iklan atau dalam bahasa inggris Advertising adalah suatu bentuk komunikasi massa komersial yang dirancang untuk mempromosikan pemasaran suatu produk atau jasa, maupun pesan dari suatu Lembaga, organisasi, bahkan bias juga pesan dari seorang kandidat dalam suatu kampanye politik (Kusrianto, 2009:298).

Berikut adalah lima keputusan utama dalam membuat program iklan yang biasa disebut dengan 5M menurut Kotler (2005:277):

  1. Misi (Mission): Mentukan tujuan dalam program iklan.
  2. Uang (Money): Anggaran yang harus dikeluarkan dalam perancangan program iklan.
  3. Pesan (Message): Pesan yang ingin disampaikan.
  4. Media (Media): Media yang ingin digunakan.
  5. Pengukuran (Measurement): Kegiatan evaluasi keefektifan periklanan.

Sumber:

  • Tinarbuko, Sumbo. 2015. DEKAVE: Desain Komunikasi Visual – Penanda Masyarakat Global. Jakarta: PT. Buku Seru.
  • Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  • 2015. MULTIMEDIA: Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
  • Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT Indeks. Kelompok Gramedia.
  • Shaughnessy, Adrian. 2005. How to be a Graphic Designer Without Losing Your Soul. City Road: Laurence King Publishing Ltd.
  • Cezzar, Juliette. 2017. What is Graphic Design?. Diambil dari: https://www.aiga.org/guide-whatisgraphicdesign

­

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s